{"id":14,"date":"2025-07-30T05:18:36","date_gmt":"2025-07-30T05:18:36","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/webpn\/?p=14"},"modified":"2025-11-24T22:19:08","modified_gmt":"2025-11-24T15:19:08","slug":"sejara-pengadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/2025\/07\/30\/sejara-pengadilan\/","title":{"rendered":"Sejarah Pengadilan"},"content":{"rendered":"\n<p>Sejarah Pengadilan Negeri Situbondo<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan diri, hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah \u2018odheng\u2019 (ikat kepala) Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat, arti kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BONDO ikat, hal tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo, Kenyataan mendekati kebenaran karna banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo.( Wikipedia )<\/p>\n\n\n\n<p>Konon, Situbondo pada zaman dahulu merupakan suatu situ atau danau besar. Pada zaman kejayaan kerajaan-kerajaan Jawa, Situbondo merupakan bagian dari konflik-konflik perebutan wilayah dan kekuasaan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kerajaan_Majapahit\">kerajaan Majapahit<\/a>&nbsp;dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kerajaan_Blambangan\">kerajaan Blambangan<\/a>, dan di daerah inilah diyakini&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perang_Paregreg\">perang Paregreg<\/a>&nbsp;sebagai bagian dari kehancuran Majapahit terjadi<\/p>\n\n\n\n<p>Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Suku_Madura\">suku Madura<\/a>. Pada tahun 1950 sampai 1970-an, kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya, yaitu di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asembagus,_Situbondo\">Asembagus<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Panji,_Situbondo\">Panji<\/a>, Olean, Wringin Anom, Demas, dan Prajekan. Dengan surutnya industri&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gula\">gula<\/a>&nbsp;pada tahun&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1980-an\">1980<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1990-an\">1990-an<\/a>, kegiatan perekonomian bergeser ke arah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah Kabupaten Panarukan dengan ibu kotanya yaitu Situbondo,&nbsp;Ini terlihat pada penamaan Jalan Raya Pos Anyer\u2010Panarukan dan Pelabuhan Panarukan sebagai ujung timurnya yang ditetapkan oleh&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Herman_Willem_Daendels\">Herman Willem Daendels<\/a><\/em>&nbsp;ketika memerintah pada masa Hindia Belanda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Daendels sendiri menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1808\u20131811 M. Pembangunan jalan dilakukan dengan kerja paksa di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Karena itu, Jalan Raya Pos juga dikenal dengan nama \u201c<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jalan_Raya_Pos\">Jalan Daendels<\/a>\u201c.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama Kabupaten Panarukan baru diubah menjadi Kabupaten Situbondo pada masa pemerintahan Achmad Tahir sebagai Bupati Panarukan pada tahun 1972. Ibu kota Kabupaten Situbondo ditetapkan di Kecamatan Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten, tetapi masih menempati rumah pribadinya. Pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (\u00b1 th 1900\u20131924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bupati\">Bupati<\/a>&nbsp;hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten (\u00b1 th 2002).<\/p>\n\n\n\n<p>Kantor Pengadilan Negeri Situbondo &nbsp;pada awalnya terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Situbondo, Ditinjau dari aspek arsitekturnya bangunan tersebut sama dengan bangunan disekitarnya, yang masih menunjukkan arsitektur pada zaman Belanda. Biasanya semua bangunan Belanda masih menyisakan prasasti tentang tahun pembangunannya. sekarang telah dibangunan menjadi gedung Kantor Pengadilan Agama Situbondo ),Meskipun demikian, di Pengadilan Negeri Situbondo yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Situbondo masih ditemukan berbagai dokumen berbahasa Belanda menunjukkan tahun 1900. Tahun dokumen yang ditemukan tidak serta merta diartikan bahwa Pengadilan Negeri &nbsp;Situbondo &nbsp;sudah ada sejak tahun tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semula Kantor Pengadilan Negeri Situbondo berada di jalan Jaksa Agung Suprapto dan . Pada tanggal 15 September 1984 Kantor Pengadilan Negeri Situbondo &nbsp;pindah ke kantor yang baru berada di &nbsp;PB. Sudirman No 97 Situbondo,&nbsp; &nbsp;seluas 7715 M2 dan bangunan berlantai dua Luas bangunan Lantai satu I seluas 753 M2 dan Lantai dua seluas 153 M2 ,anah dan bangunan tersebut, yang pada saat itu Kantor baru dan diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Deparatemen Kehakiman Jatim yang dijabat Bpk Charis Soebiyanto, SHBapak Charis Soebiyanto, S.H.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun daftar nama Ketua Pengadilan Negeri Situbondo &nbsp;antara lain sebagai berikut :&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>1<\/td><td>Cung Abdul Mutholib, SH.&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 1965&nbsp; \u2013 1979<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>Sungkono, SH.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 1979 &nbsp;\u2013 1981<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>M a s t u r , SH.&nbsp;<\/td><td>Tahun 1981&nbsp; \u2013 1988<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>Indrus Abd Rasyid, SH.&nbsp;<\/td><td>Tahun 1988&nbsp; \u2013 1992<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>Sanim Djarwadi, SH&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 1992&nbsp; \u2013 1995<\/td><\/tr><tr><td>6<\/td><td>Erman Tanri, SH&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 1995&nbsp; \u2013 1997<\/td><\/tr><tr><td>7<\/td><td>I Ketut Gede, SH&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 1997&nbsp; \u2013 2000<\/td><\/tr><tr><td>8<\/td><td>H. Basuni, SH&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 2000&nbsp; \u2013 2004<\/td><\/tr><tr><td>9<\/td><td>Heru Mulyono Ilwan, S.H<\/td><td>Tahun 2004&nbsp; \u2013 2006<\/td><\/tr><tr><td>10<\/td><td>M.CH. Sjamtri Endi SH.&nbsp;<\/td><td>Tahun 2006&nbsp; \u2013&nbsp; 2007<\/td><\/tr><tr><td>11<\/td><td>H.M. Tuchfatul Anam, SH.M<\/td><td>Tahun 2007&nbsp; \u2013&nbsp; 2009<\/td><\/tr><tr><td>12<\/td><td>T a m s i r , SH. &nbsp;<\/td><td>Tahun 2009&nbsp; \u2013&nbsp; 2010<\/td><\/tr><tr><td>13<\/td><td>Anhar Mujiono , SH.<\/td><td>Tahun 2010&nbsp; \u2013&nbsp; 2011<\/td><\/tr><tr><td>14<\/td><td>Sih Yuliarti , SH.<\/td><td>&nbsp;Tahun 2011&nbsp; \u2013&nbsp; 2012<\/td><\/tr><tr><td>15<\/td><td>Nova Flory Bunda, SH.M.Hum &nbsp;<\/td><td>Tahun 2012&nbsp; \u2013&nbsp; 2015<\/td><\/tr><tr><td>16<\/td><td>Muhamad Yusuf , SH. MH&nbsp;<\/td><td>Tahun 2015&nbsp; \u2013&nbsp; 2016<\/td><\/tr><tr><td>17<\/td><td>Mira Sendangsari&nbsp; , SH. MH&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 2016&nbsp; \u2013&nbsp; 2017<\/td><\/tr><tr><td>18<\/td><td>Toetik Ernawati , SH.MH. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/td><td>Tahun 2018&nbsp; \u2013 2019<\/td><\/tr><tr><td>19<\/td><td>I Ketut Suarta, Sh.MH.<\/td><td>Tahun 2019&nbsp; \u2013&nbsp; 2021<\/td><\/tr><tr><td>20<\/td><td>Abu Achmad Syidqi Amsya, S.H<\/td><td>Tahun 2021 \u2013 2022<\/td><\/tr><tr><td>21<\/td><td>Achmad Rasjid, S.H<\/td><td>Tahun 2022- 2025<\/td><\/tr><tr><td>22<\/td><td>Dr. NGURAH SURADATTA DHARMAPUTRA, S.H., M.H.<\/td><td>Tahun 2025- Sekarang<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Wilayah Hukum<\/strong><strong>.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ibukota Situbondo terletak di Kecamatan Situbondo. Dari keseluruhan kecamatan yang ada, 13 diantaranya merupakan kecamatan wilayah pesisir. Kecamatan dengan wilayah tertinggi berada di Kecamatan Sumbermalang dengan ketinggian 100-1.223 mdpl, dan kecamatan yang memiliki luas terbesar dipegang oleh Kecamatan Banyuputih dengan luas 481,67 kilometer persegi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi iklim pada tahun 2019 terhitung curah hujan tertinggi pada bulan desember sebanyak 3.549 mili\/meter dan hari hujan paling sering ada di bulan Januari dengan total 16 hari.<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Situbondo#cite_note-8\">[8]<\/a>&nbsp;Secara astronomis, wilayah Kabupaten Situbondo terletak di posisi antara 7\u00b035\u2019\u20137\u00b044\u2032 Lintang Selatan dan 113\u00b030\u2019\u2013114\u00b042\u2032 Bujur Timur.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Batas-batas wilayah Kabupaten Situbondo adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Utara<\/td><td><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Selat_Madura\">Selat Madura<\/a><\/td><\/tr><tr><td>Timur<\/td><td><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Selat_Bali\">Selat Bali<\/a><\/td><\/tr><tr><td>Selatan<\/td><td><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Bondowoso\">Kabupaten Bondowoso<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Banyuwangi\">Kabupaten Banyuwangi<\/a><\/td><\/tr><tr><td>Barat<\/td><td><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Probolinggo\">Kabupaten Probolinggo<\/a><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/192.168.3.7\/pn\/images\/wilayah%20yurisdiksi%20pn%20sit.png\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tanah<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Wilayah hukum Pengadilan Negeri Situbondo &nbsp;seluas 163.850 Ha atau&nbsp; 1.638.50 Km2 atau &nbsp;meliputi semua kecamatan dikabupaten Situbondo &nbsp;terdiri dari 17 Kecamatan dan &nbsp;&nbsp;135 Desa \/ kelurahan, dengan jumlah penduduk tahun 2019 &nbsp;sebanyak 682.978 Jiwa, serta mempunyai bentuk memanjang dari barat ke timur kurang lebih 150&nbsp;km di pantai utara wilayah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tapal_Kuda,_Jawa_Timur\">Tapal Kuda, Jawa Timur<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kedudukan kantor<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pengadilan Negeri Situbondo<\/p>\n\n\n\n<p>Kelas &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : I B<\/p>\n\n\n\n<p>Alamat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Jl. Pb. Sudirman No. 97<\/p>\n\n\n\n<p>Humas&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; 0821 32900 800&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :<\/p>\n\n\n\n<p>Website&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : www.pn-situbondo.go.id<\/p>\n\n\n\n<p>Email&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp;<a href=\"mailto:itpnsitubondo@gmail.com\">itpnsitubondo@gmail.com<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Keterangan Gedung Pengadilan saat ini<\/p>\n\n\n\n<p>Luas Tanah : &nbsp;7715 M2<\/p>\n\n\n\n<p>Luas Lantai 1 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 753 M2<\/p>\n\n\n\n<p>Luns Lantai 2&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 153 M2<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Pengadilan Negeri Situbondo Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situbondo atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan diri, hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan &#8230; <a title=\"Sejarah Pengadilan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/2025\/07\/30\/sejara-pengadilan\/\" aria-label=\"Read more about Sejarah Pengadilan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-14","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-menudata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1111,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions\/1111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}