{"id":428,"date":"2025-08-02T15:18:14","date_gmt":"2025-08-02T15:18:14","guid":{"rendered":"https:\/\/web.pn-situbondo.go.id\/?p=428"},"modified":"2025-08-04T18:48:50","modified_gmt":"2025-08-04T11:48:50","slug":"prosedur-permohonan-informasi-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/2025\/08\/02\/prosedur-permohonan-informasi-2\/","title":{"rendered":"Prosedur Permohonan Informasi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0<br>\u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sesuai Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor&nbsp;<a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1IWw4Eehy3GtDjaD_pgLHyKAQkI9JLpQ6\/view?usp=sharing\">No. 2-144\/KMA\/SK\/VIII\/2022<\/a>&nbsp;tentang Standar Pelayanan Informasi Publik di Pengadilan<\/strong><br>&nbsp;&nbsp;<br><strong>HAK PEMOHON INFORMASI DAN KEWAJIBAN PENGGUNA INFORMASI<\/strong><br><strong>Hak Pemohon Informasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><br>&nbsp; &nbsp;1. Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;<br>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Setiap orang berhak :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;a.&nbsp;Melihat dan mengetahui informasi publik;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;b.&nbsp;Menghadiri pertemuan publik yang diselenggarakan oleh pengadilan guna memperoleh Informasi Publik;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;c.&nbsp;Mendapatkan salinan Informasi Publik melalui permohonan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; dan\/atau<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;d.&nbsp;Menyebarluaskan Informasi Publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan;<br>&nbsp; &nbsp;3.&nbsp;Setiap pemohon Informasi Publik berhak mengajukan Permohonan Informasi Publik disertai alasan permohonan tersebut;<br>&nbsp; &nbsp;4.&nbsp;Setiap pemohon informasi Publik berhak mengajukan sengketa informasi publik sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila mendapat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;hambatan atau kegagalan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Kewajiban Pengguna Informasi<br><\/strong>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Pengguna Informasi Publik wajib menggunakan Informasi Publik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>HAK DAN KEWAJIBAN PENGADILAN<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><strong><br><\/strong><strong>Hak Pengadilan :<br><\/strong>&nbsp; &nbsp;1. nolak memberikan Informasi Publik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Memperoleh suatu Informasi Publik dari Badan Publik lainnya dengan mekanisme Bantuan Kedinasan dalam penyelenggaraan pemerintah<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik;<br>&nbsp; &nbsp;3.&nbsp;Menolak memberikan dokumen cetak terkait data elekronik yang diminta dalam sistem Informasi Pengadilan;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kewajiban Pengadilan :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Mengikuti standar pelayanan kelembagaan pengelola informasi dan dokumentasi;<br>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Menetapkan dan memuktakhirkan DIP (Daftar Informasi Publik);<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp;3.&nbsp;Membuat dan mengumumkan laporan layanan Informasi Publik;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp;4.&nbsp;Menyampaikan salinan laporan layanan Informasi Publik kepada Komisi Informasi; dan<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp;5.&nbsp;Melakukan Monev dan Pembinaan pelaksanaan layanan Informasi Publik;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kewajiban tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Perlindungan Data Pribadi yang ditentukan peraturan Perundang-undangan;<br>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Pengaburan Informasi sebagaimana yang dimaksud dalam&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1IWw4Eehy3GtDjaD_pgLHyKAQkI9JLpQ6\/view?usp=sharing\">SK KMA No. 2-144 tahun 2022<\/a><\/strong>;<br>&nbsp; &nbsp;3.&nbsp;Pemenuhan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>KATEGORI INFORMASI<br><\/strong><strong>Informasi Publik yang wajib dibuka terdiri dari :<br><\/strong>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala;<br>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Informasi yang wajib diumumkan secara serta merta; dan<br>&nbsp; &nbsp;3.&nbsp;Informasi yang wajib tersedia setiap saat;.<br>&nbsp; &nbsp;4.&nbsp;Informasi ini disediakan dalam bentuk elekronik atau dokumen cetak (apabila terdapat Permohonan dari Pemohon Informasi) dengan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;memenuhi kaidah Interoperabilitas Data;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Informasi yang tidak dapat diberikan<\/strong><strong>&nbsp;:<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Informasi yang dapat membahayakan Negara;<br>&nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan usaha yang tidak sehat;<br>&nbsp; &nbsp; 3.&nbsp;Informasi yang berkaitan dengan Hak dan\/atau Data Pribadi;<br>&nbsp; &nbsp; 4.&nbsp;Informasi yang berkaitan dengan rahasia Jabatan;<br>&nbsp; &nbsp; 5.&nbsp;Informasi yang diminta belum dikuasai atau didokumentasikan; dan\/atau;<br>&nbsp; &nbsp; 6.&nbsp;Informasi publik yang dikecualikan berdasarkan&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1IWw4Eehy3GtDjaD_pgLHyKAQkI9JLpQ6\/view?usp=sharing\">SK KMA No. 2-144 tahun 2022<\/a><\/strong>;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala<\/strong><br>Pengadilan harus menyediakan dan mengumumkan jenis informasi berikut secara berkala :<br><strong>1.&nbsp;Informasi Profil dan Pelayanan Dasar Pengadilan :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Profil Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Prosedur beracara untuk setiap jenis perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Biaya yang berhubungan dengan proses penyelesaian perkara serta seluruh biaya hak-hak Kepaniteraan lain;<br>&nbsp; &nbsp; d.&nbsp;Agenda Sidang;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Informasi Berkaitan dengan Hak Masyarakat :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Hak para pihak yang berhubungan dengan peradilan (Hak mendapat bantuan Hukum, hak atas pembebasan biaya perkara, serta hak-hak<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pokok dalam persidangan);<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Tata cara pengaduan dugaan pelanggaran yang dilakukan hakim dan aparatur Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Hak pelapor dugaan pelanggaran Hakim dan aparatur Pengadilan;.<br>&nbsp; &nbsp;<br><strong>3. Informasi Berkaitan dengan Hak Masyarakat :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Tata cara memperoleh pelayanan informasi, tata cara mengajukan keberatan terhadap pelayanan informasi, serta nama dan nomor kontak layanan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Hak Pemohon informasi dalam pelayanan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Biaya perolehan salinan informasi&nbsp;:<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Informasi elekronik diberikan tanpa biaya;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Informasi yang diberikan dalam bentuk cetak dikarenakan biaya yang meliputi&nbsp; biaya penggandaan dan biaya tranportasi jika<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; menggunakan sarana berbayar;.<br>&nbsp; &nbsp;<br><strong>4. Informasi Program Kerja, Kegiatan, Keuangan dan Kinerja Instansi:<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Ringkasan informasi tentang program dan\/atau kegiatan yang sedang dijalankan Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Ringkasan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Ringkasan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh BPK;<br>&nbsp; &nbsp; d.&nbsp;Ringkasan Daftar Aset dan Inventaris;<br>&nbsp; &nbsp; e. Informasi tentang Pengumuman Pengadaan Barang dan Jasa;<br>&nbsp; &nbsp;<br><strong>5.&nbsp;Informasi Laporan Akses Informasi&nbsp;:<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; Ringkasan laporan akses informasi yang paling kurang terdiri atas :<br>&nbsp; &nbsp; a. Jumlah permohonan informasi yang diterima;<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Waktu yang diperlukan dalam memenuhi setiap permohonan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Jumlah permohonan informasi yang dikabulkan baik sebagian atau seluruhnya dan permohonan informasi yang ditolak; dan;<br>&nbsp; &nbsp; d. Alasan penolakan permohonan informasi;<br>&nbsp; &nbsp;<br><strong>6. Informasi Lain&nbsp;:<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<\/strong>Informasi tentang prosedur peringatan dini dan prosedur evakuasi keadaan darurat disetiap pengadilan;.<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<strong><br>7.&nbsp;Informasi yang wajib diumumkan secara serta merta&nbsp;:<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; Pengadilan wajib mengumumkan secara serta merta informasi yang mengganggu pelayanan publik di Pengadilan, meliputi namun tidak<br>&nbsp; &nbsp; terbatas pada :<br>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Informasi rencana pemeliharaan dan\/atau gangguan sarana dan prasarana utilitas publik;<br>&nbsp; &nbsp; b.&nbsp;Informasi gangguan keamanan yang sedang terjadi; dan<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;Informasi tentang persebaran dan sumber penyakit yang berpotensi menular;.<strong><br>&nbsp; &nbsp;<br>8.&nbsp;Informasi yang wajib tersedia setiap saat&nbsp;:<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; Pengadilan wajib untuk memastikan informasi-informasi di bawah ini tersedia dan dapat diakses setiap saat oleh masyarakat&nbsp;:<br>&nbsp; &nbsp; a. Informasi Umum;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;b. Informasi tentang Perkara;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;c. Informasi tentang pengawasan dan pendisiplinan;<br>&nbsp; &nbsp; d. Informasi tentang peraturan. kebijakan, dan hasil penelitian;<br>&nbsp; &nbsp; e. Informasi tentang organisasi, administrasi, kepegawaian dan keuangan;.<br>&nbsp; &nbsp;<strong><br>9.&nbsp;Informasi yang dikecualikan di Pengadilan&nbsp;:<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; a. Informasi dalam proses Musyawarah hakim, termaksud&nbsp; advisblaad;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;b. Identitas lengkap hakim dan aparatur Pengadilan yang diberikan sanksi;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;c. SKP dan evaluasi kinerja individu hakim atau aparatur Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; d. Identitas pelapor yang meminta identitasnya dirahasiakan terkait pelaporan dugaan pelanggaran hakim dan aparatur Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp; e. Identitas Hakim dan aparatur Pengadilan yang dilaporkan yang belum diketahui publik;.&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;<strong><br>10.&nbsp;Informasi yang dikecualikan di Pengadilan :<\/strong><br>&nbsp; &nbsp; a. Catatan dan dokumen yang diperoleh dalam proses mediasi di Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;b. Informasi yang dapat mengungkap identitas pihak tertentu dalam putusan atau penetapan hakim dalam perkara tertentu;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;c. Berita acara sidang dan alat bukti;.<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<strong><br><\/strong><strong>PELAKSANA PELAYANAN INFORMASI<br>Struktur PPID<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><\/strong><strong>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>Pelakasana Pelayanan Informasi dilakukan oleh pejabat sebagai berikut :<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; a.&nbsp;Dewan Pertimbangan dijabat oleh Pimpinan Pengadilan dan Panitera;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;b.&nbsp;Atasan PPID dijabat oleh Sekretaris;<br>&nbsp; &nbsp; c.&nbsp;PPID dijabat oleh Panitera Muda Hukum yang melaksanakan tugas dan fungsi koodinasi Layanan Informasi;<br>&nbsp; &nbsp; d.&nbsp;PPID Pelaksana dijabat oleh Panitera Muda dan Para Kepala Bagian atau Kepala Sub Bagian (dalam hal tidak ada Kepala bagian);<br>&nbsp; &nbsp; e.&nbsp;Petugas layanan informasi dijabat oleh Aparatur Pengadilan yang ditunjuk oleh Atasan PPID;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>PROSEDUR PENGUMUMAN INFORMASI<\/strong>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Pengadilan mengumumkan informasi yang harus diumumkan secara berkala menggunakan e-LID (Layanan Informasi dan Dokumentasi)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;secara Elekronik), Website Pengadilan, media sosial PPID dan\/atau Pengadilan, dan media lain yang mudah dilihat masyarakat didalam<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;gedung Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Pengumuman dan penyebarluasan informasi publik wajib memperhatikan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas paling sedikit dilengkapi<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;dengan audio, visual dan\/atau braile;.<br>&nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp;PPID memperbarui informasi yang harus diumumkan secara berkala paling sedikit 6 (enam) bulan sekali, kecuali untuk informasi sebagai<br>&nbsp; &nbsp;berikut :<br>&nbsp; &nbsp;1.&nbsp;Putusan dan penetapan Pengadilan diumumkan pada hari yang sma dengan putusan dan penetapan tersebut diucapkan dalam sidang<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;terbuka untuk umum;<br>&nbsp; &nbsp;2. Perma diumumkan paling lambat 1 minggu setelah diundangkan dan SE serta SK KMA yang bersifat kebijakan diumumkan paling lambat<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;1 (satu) minggu setelah ditandatangani;<br>&nbsp; &nbsp;3. Laporan Tahunan paling lambat 1 (satu) minggu setelah diluncurkan secara terbuka;<br>&nbsp; &nbsp;4.&nbsp;Agenda sidang secara realtime pada SIP;<br>&nbsp; &nbsp;5.&nbsp;Rekrutmen paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>PROSEDUR PELAYANAN PERMINTAAN INFORMASI<\/strong>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>1. Prosedur Pelayanan Permintaan Informasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/192.168.3.7\/pn\/images\/pnsit_lap\/ppid\/pic\/PROSEDURE%20Informasi.jpg\" alt=\"PROSEDURE Informasi\" style=\"aspect-ratio:1;width:820px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>&nbsp; &nbsp;Persyaratan Pelayanan Permintaan Informasi :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Pemohon informasi wajib melamirkan identitas pada saat mengajukan permintaan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Petugas informasi harus membantu Pemohon informasi dalam mengajukan permuhonan;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 3.&nbsp;Khusus informasi untuk mendapatkan putusan MA, baru dapat diminta setelah putusan tersebut diterima oleh para pihak yang<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; berperkara atau setelah 1 bulan sejak putusan dikirimkan oleh MA ke PN pengaju apabila tidak tersedia dalam SIP;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 4.&nbsp;Pengadilan menyediakan sarana dan prasarana Permintaan Informasi Publik dengan memperhatikan aksesibilitas bagi Penyandang<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Disabilitas;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 5.&nbsp;Pengadilan wajib menyediakan sarana dan prasarana permintaan Informasi Publik dengan dukungan teknologi informasi;.<\/p>\n\n\n\n<p><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>2. Prosedur Persyaratan Pelayanan Permintaan Informasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/192.168.3.7\/pn\/images\/pnsit_lap\/ppid\/pic\/Syarat%20permintaan%20informasi%20copy.jpg\" alt=\"Syarat permintaan informasi copy\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/192.168.3.7\/pn\/images\/pnsit_lap\/ppid\/pic\/Syarat%20permintaan%20informasi.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/192.168.3.7\/pn\/images\/pnsit_lap\/ppid\/pic\/Syarat%20permintaan%20informasi.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>3.&nbsp;Pelayanan Permintaan Informasi<\/strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp;Pelayanan Permintaan Informasi :<br>&nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Informasi publik dalam bentuk dokumen elekronik diberikan secara cuma-cuma;<br>&nbsp; &nbsp; 2. Biaya Penggandaan informasi publik dalam bentuk cetak dibebankan kepada Pemohon;<br>&nbsp; &nbsp; 3. Biaya penggandaan merupakan biaya riil untuk menggandakan Informasi Publik termaksud biaya transportasi dan pengiriman;<br>&nbsp; &nbsp; 4. Pemohon membayar biaya penggandaan Informasi melalui Petugas Layanan Informasi memberikan tanda terima;<br>&nbsp; &nbsp; 5. Seluruh Informasi Publik yang diberikan oleh Pengadilan tidak dikenakan biaya PNBP;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>PROSEDUR PENGABURAN SEBAGIAN INFORMASI TERTENTU DALAM INFORMASI&nbsp;YANG WAJIB DIUMUMKAN<\/strong>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>1. Pengaburan Sebagian Informasi Tertentu Dalam Informasi Yang Wajib Diumumkan&nbsp;:<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Data Pribadi berupa NIK dikaburkan pada keseluruhan isi putusan\/penetapan&nbsp;:<br>&nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Sebelum memberikan salinan informasi kepada Pemohon atau memasukkannya dalam situs web, PPID Pelaksana wajib mengaburkan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; informasi yang dapat mengungkapkan identitas pihak dalam putusan atau penetapan hakim dalam perkara-perkara berikut :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp;&nbsp;Mengaburkan identitas saksi korban dan saksi lainnya dalam perkara :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 1. Tindak pidana kesusilaan;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Tindak pidana yang berhubungan dengan KDRT;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 3. Tindak pidana yang menurut UU tentang perlindungan saksi dan korban identitas saksi dan korbannya harus dilindungi; dan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; 4. Tindak pidana lain yang menurut hukum persidangannya dilakukan secara tertutup;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>2.&nbsp;Pengaburan Sebagian Informasi Tertentu Dalam Informasi Yang Wajib Diumumkan :<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. Mengaburkan Identitas Hakim, Panitera Sidang, JPU, Penyidik, saksi dan ahli dalam perkara tindak pidana terorisme baik dalam<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; keseluruhan&nbsp;isi putusan, SIP, dan sistem informasi lainnya yang digunakan Pengadilan;<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;2. Mengaburkan identitas anak yang berhadapan dengan hukum;<br>&nbsp; &nbsp; 3.&nbsp;Mengaburkan identitas para pihak yang berperkara, saksi dan pihak terkait dalam perkara :&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Perkawinan dan perkara lain yang timbul akibat sengketa perkawinan;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pengangkatan anak;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Wasiat; dan&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Perdata, perdata agama dan tata usaha negara yang menurut hukum persidangannya dilakukan secara tertutup;.<br>&nbsp; &nbsp; 4.&nbsp;Apabila dalam perkara terdapat pelanggaran kesusilaan, identitas pihak yang terkait dengan peristiwa pelanggaran tersebut dikaburkan<br>&nbsp; &nbsp; 5.&nbsp;Gambar terkait pelanggaran kesusilaan dikaburkan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>3.&nbsp;<\/strong><strong>Pengaburan Sebagian Informasi Tertentu Dalam Informasi Yang Wajib Diumumkan<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;Informasi yang harus dikaburkan berkaitan dengan identitas pihak, meliputi :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Nama dan nama alias;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;NIK\/Paspor;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pekerjaan, tempat bekerja dan identitas kepegawaian yang bersangkutan dan sekolah atau lembaga pendidikan yang diikuti;.<br>&nbsp; &nbsp; 2.&nbsp;Informasi yang harus dikaburkan berkaitan dengan bukti surat dalam perkara, berupa dokumen bukti;<br>&nbsp; &nbsp; 3.&nbsp;Identitas ahli tidak perlu dikaburkan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><strong>4. Pengaburan Sebagian Informasi Tertentu Dalam Informasi Yang Wajib Diumumkan<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. Pengaburan dilakukan dengan cara :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Menghitamkan informasi dimaksud hingga tidak dapat terbaca, dalam hal pengaburan dilakukan terhadap naskah cetak;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Tidak menampilkan informasi yang dimaksud untuk publik pada SIP dan sistem informasi lainnya yang diguakan oleh Pengadilan; atau<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Mengganti infromasi yang dimaksud dengan istilah lain dalam naskah elekronik;.<br>&nbsp; &nbsp; 2. Apabila sudah terpublikasi, PPID karena jabatannya atau berdasarkan permohonan pihak terkait memerintah petugas layanan informasi<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; untuk mengaburkan informasi tersebut;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Pengaburan Sebagian Informasi Tertentu Dalam Informasi Yang Wajib Diumumkan<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. Permohonan penghapusan atau pengaburan atas seluruh\/sebagian informasi Elekronik dan\/atau dokumen elekronik dari SIP atau<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; sistem informasi lain yang digunakan oleh Pengadilan hanya dapat dilakukan apabila :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Permintaan dilakukan oleh pihak yang bersangkutan kepada PPID; dan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Pihak terkait menyertakan bukti yang menunjukan kerugian yang nyata;<br>&nbsp; &nbsp; 2. Pengahpusan atau pengaburan dilakukan dengan cara :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Mengaburkan sebagian informasi Elekronik\/Dokumen Elekronik; dan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Tidak mempublikasikan Informasi Elekronik lain yang digunakan oleh Pengadilan;.<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><strong>PROSEDUR KEBERATAN<\/strong>&nbsp;<br><strong>1.&nbsp;Alasan Keberatan :<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; Pemohon berhak mengajukan keberatan dalam hal ditemukannya alasan sebagai berikut :<br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Adanya penoalakn atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian informasi publik;<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Tidak disediakannya informasi yang wajib diumumkan secara berkala;<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Tidak ditanggapinya permintaan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Permintaan informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta;<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Tidak dipenuhinya permintaan informasi;<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Pengenaan biaya yang tidak wajar; dan\/atau<br>&nbsp; &nbsp; &#8211;&nbsp; &nbsp;Penyampaian Informasi melebihi waktu yang telah diatur;.<br><strong><br>2. Prosedur Keberatan :&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>PENGUJIAN KONSEKUENSI&nbsp;<br><\/strong><strong>Pengujian Konsekuensi<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. PPID mengkoordinasikan pengujian konsekuensi terhadap informasi tertentu yang dinilai berpotensi sebagai informasi yang dikecualikan&nbsp; &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; dengan PPID Pelaksana;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 2. PPID Pelaksana dapat mengusulkan kepada PPID untuk melakukan pengujian konsekuensi terhadap informasi tertentu yang dinilai<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; berpotensi sebagai infromasi yang dikecualikan;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 3. PPID meminta pertimbangan dari Dewan Pertimbangan dalam melakukan pengujian konsekuensi;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 4. Pengujian konsekuensi dapat dilakukuan :<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Sebelum adanya permintaan Informasi Publik;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Saat ada permintaan Informasi Publik; dan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Saat penyelesaian sengketa Informasi Publik atas perintah Majelis Komisi Informasi;.<strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><\/strong><br><strong>WAKTU DAN MAKLUMAT PELAYANAN&nbsp;<br>1.&nbsp;<\/strong><strong>Waktu Pelayanan<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. Pelayanan Informasi&nbsp;Publik dilakukan pada hari kerja;.<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 2. Waktu Pelayanan Informasi Publik dilakukan pada :<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Hari Senin sampai dengan hari kamis mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 dan;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&#8211;&nbsp; &nbsp;Hari Jumat mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 16.00;.<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 3. Apabila permohonan informasi atau pengajuan keberatan disampaikan setelah berakhirnya waktu pelayanan, maka permohonan tersebut<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; terhitung diterima pada hari berkutnya;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 4. Permohonan keberatan yang diajukan pada hari terakhir tenggang waktu pengajuan dan diluar jam pelayanan, tetap diterima selama<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;diajukan dalam jam kerja;.<strong><br><\/strong><strong><br>2. Maklumat layanan Informasi Publik<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1. Maklumat pelayanan informasi publik berisi pernyataan sebagai komitmen dalam melakukan pelayanan informasi publik sesuai dengan<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; ketentuan perundang-undangan;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 2. Maklumat dipasang pada meja informasi serta dipublikasikan dalam e-LID dengan memperhatkan aksesibilitas bagi penyandang<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;disabilitas;.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>LAPORAN DAN EVALUASI<br><\/strong><strong>Laporan Tahunan Layanan Informasi Publik<br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 1.&nbsp;PPID wajib menyusun dan menyediakan laporan layanan informasi publik paling lambat 1 (satu) bulan setelah pealaksanaan anggaran<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;berakhir;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 2. PPID wajib menyampaikan laporan layanan informasi kepada Sekretaris Mahkamah Agung untuk dikompilasi;<strong><br><\/strong>&nbsp; &nbsp; 3. Laporan layanan informasi merupakan bagian dari informasi publik yang wajib disediakan setiap saat;.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 Sesuai Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor&nbsp;No. 2-144\/KMA\/SK\/VIII\/2022&nbsp;tentang Standar Pelayanan Informasi Publik di Pengadilan&nbsp;&nbsp;HAK PEMOHON INFORMASI DAN KEWAJIBAN PENGGUNA INFORMASIHak Pemohon Informasi &nbsp; &nbsp;1. Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;&nbsp; &nbsp;2.&nbsp;Setiap orang berhak :&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;a.&nbsp;Melihat dan mengetahui informasi publik;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &#8230; <a title=\"Prosedur Permohonan Informasi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/2025\/08\/02\/prosedur-permohonan-informasi-2\/\" aria-label=\"Read more about Prosedur Permohonan Informasi\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-428","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ppid"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=428"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":429,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428\/revisions\/429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-situbondo.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}