IKAHI Cab. Situbondo Menyapa Siswa dalam Peringati HUT IKAHI ke 73

Rabu 27 April 2026, Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Cabang Situbondo, Jawa Timur, meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang bertujuan untuk pembinaan karakter serta pencegahan pelanggaran hukum sejak dini.

Ketua IKAHI Cabang Situbondo Bapak Haris Suharman Lubis, S.H,M.H mengemukakan kegiatan penyuluhan hukum bertajuk “perundungan dan pernikahan dini” ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 IKAHI Tahun 2026.

Acara Hakim menyapa siswa ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Situbondo Bapak Dr. Ngurah Suradatta Dharmaputra, S.H,M.H untuk memberikan dukungan dan secara langsung berinteraksi pada siswa untuk memberikan pertanyaan pertanyaan seputar perundungan

Bapak Haries Suharman Lubis, S.H,M.H menyampaikan “Hari ini kami memberikan penyuluhan hukum kepada siswa tentang perundungan (bullying) dan pernikahan dini yang marak terjadi di Situbondo,

beliau menjelaskan IKAHI Situbondo akan terus mengintensifkan penyuluhan hukum tentang perundungan dan pernikahan dini, dengan harapan kasus perundungan dan pernikahan dini bisa ditekan.

Dia menyampaikan kasus pelecehan seksual di Situbondo cukup banyak dan yang naik ke pengadilan hanya ada beberapa, atau seperti fenomena gunung es.

Berdasarkan dispensasi pernikahan yang dikeluarkan Pengadilan Agama (PA) setempat, pada 2022, dispensasi pernikahan mencapai 510 pemohon, dan pada 2023 turun menjadi 427, lalu pada 2024 juga turun menjadi 279 dan pada 2025 menjadi sebanyak 208 pemohon, dan pada periode Januari-April 2026 tercatat ada sebanyak 37 pemohon.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 6 Situbondo Evy Retno Wulandari menyampaikan dengan penyuluhan hukum ini pemahaman anak didiknya bisa bertambah, sehingga kasus perundungan di sekolah itu bisa ditekan, termasuk angka pernikahan dini.

“Di sini usia SMP banyak yang sudah menikah, dan itu dinilai lumrah apalagi bagi perempuan, dan dampak pernikahan dini cukup besar, bisa melahirkan anak stunting, ekonomi lemah, SDM rendah dan lainnya,”

#humasmahkamahagung
#mahkamahagungri
#ditjenbadilum
#pengadilantinggisurabaya
#pengadilannegerisitubondo
#Latepost